Penulis

terengganu, Malaysia
Perempuan yang dalam diam terhimpit sepi.

Sunday, May 6, 2018

The things you left unsaid;

Of 365 days you could ruin,
Why today?

Of all the feelings you could fake,
Why love?

Of countless words you could say,
Why lies?

Of lists of promises you could give,
Why poisons?

And

Of so many people you could hurt,
Why me?

Friday, May 4, 2018

Bercakap tentang cinta yang pernah mekar seperti bunga.

"Ditunggu berapa lama kau mahu menjadi bunga?" 
"Sehingga datang sepasang tangan"
"Yang bagaimana?"
"..."

Tempoh hari, pokok itu cuma benih. Tak terzahirkan oleh mata; diam bisu dikatup tanah. Kemudian hujan datang menyimbah nyimbah-- tanah berkolam, benih tenggelam. Dikira begitulah mati tetapi datang pula sang matahari-- terik membahang, kering kontang. Benih sudah mula akur barangkali inilah takdir tuhan; mati kehausan, kemarau ketandusan.

Satu
Dua
Tiga
Hari hari terus berlalu.

Ada sepasang tangan kiriman tuhan menyampaikan air kepada tanah. Sepertinya nyawa kembali disambung, seolah satu roh kembali hidup. Benih bercambah menjadi pohon-- baja ditabur, tanah menyubur. Asbab tangan yang sama itulah, bunga yang dulu dipersoal kewujudannya kini sudah mekar. Dibajai cinta yang disangka ikhlas, tulus, suci dan bersih, maka bunga terus mekar mekar dan mewangi.

Begitulah hidup,
Erti
Makna
Definisi cinta itu berubah-ubah.


Tangan yang sama membajai benih dan memekarkan bunga, tangan itu jualah yang menggenggam terlalu keras. Hancur. Dibiarkan mati tak berbaja, dibiar layu kehausan. Nasib inikah yang kau ingin timpakan pada akhirnya?


Maka kenapa harus disuruh tumbuh kalau akhirnya kau juga yang membunuh?

Bunga itu perlahan layu,
Menunggu mati, tak merayu,
Lama lama, menyembah bumi,
Akurkan angin membuai pergi,
Carilah pusaramu jauh dari hati,
Moga jangan tumbuh lagi.

Selamat tinggal wahai sepasang tangan. Jangan berani jejak lagi daerah ini. Sudah tak ada sekelumit benih yang mampu kau bajai.



Sunday, April 22, 2018

Stardust; by Lang Leav

If you came to me with a face I have not seen,
with a voice I never heard,
I would still know you. 

Even if centuries separated us, 
I would still find you--
Somewhere between the sand and the stardust,
Through every collapse and creation,
There is a pulse that echoes of you and I.

When we leave this world,
We give up all our possessions and our memories.
Love is the only thing we take with us;
It is all we carry from one life to the next